Senin, 24 Mei 2010

Internet

Internet

Secara harfiah, internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakanInternet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakaninternetworking.

Budaya Internet

Jumlah pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran(decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrim.

Perkembangan Internet juga telah mempengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e-commerce.

Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui e-government seperti di kabupaten Sragen yang mana ternyata berhasil memberikan peningkatan pemasukan daerah dengan memanfaatkan internet untuk transparansi pengelolaan dana masyarakat dan pemangkasan jalur birokrasi, sehingga warga di daerah terebut sangat di untungkan demikian para pegawai negeri sipil dapat pula di tingkatkan kesejahterannya karena pemasukan daerah meningkat tajam.

Akses internet

Negara dengan akses internet yang terbaik termasuk Korea Selatan (50% daripada penduduknya mempunyai akses jalurlebar - Broadband), dan Swedia. Terdapat dua bentuk akses internet yang umum, yaitu dial-up, dan jalurlebar. Di Indonesia, seperti negara berkembang dimana akses Internet dan penetrasi PC sudah cukup tinggi dengan di dukungnya internet murah dan netbook murah, hanya saja di Indonesia operator kurang fair dalam menentukan harga dan bahkan ada salah satu operator yang sengaja membuat "perangkap jebakan" agar supaya si pengguna internet bayar lebih mahal sampai ber juta-juta rupiah!!, lainnya sekitar 42% dari akses Internet melalui fasilitas Public Internet akses seperti warnet , cybercafe, hotspot dll. Tempat umum lainnya yang sering dipakai untuk akses internet adalah di kampus dan di kantor.

Disamping menggunakan PC (Personal Computer), kita juga bisa mengakses Internet melalui Handphone (HP) menggunakan Fasilitas yang disebut GPRS (General Packet Radio Service). GPRS merupakan salah satu standar komunikasi wireless (nirkabel) yang memiliki kecepatan koneksi 115 kbps dan mendukung aplikasi yang lebih luas (grafis dan multimedia). Teknologi GPRS dapat diakses yang mendukung fasilitas tersebut. Pen-setting-an GPRS pada ponsel Tergantung dari operator (Telkomsel, Indosat, XL, 3) yang digunakan. Biaya akses Internet dihitung melalui besarnya kapasitas (per-kilobite) yang didownload.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Internet

IP versi 6

Alamat IP versi 6

Alamat IP versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 6 adalah21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A.

Perbedaan antara IPv4 vs. IPv6:

· IPv6 128-bit, IPv4 32-bit

· Jumlah total alamat IPv4: 4.294.967.296 , Jumlah total alamat IPv6: 2 pangkat 128 = Silahkan hitung (kalo pake calc.exe yang keluar bilangan exponen)

· IPv4: Dynamic & Static
IPv6: Stateful Address Configuration & Stateless Address Configuration

· IPv4: High-order bit buat network ID, Low-order bit buat host ID
IPv6: High-order bit buat network ID (disebut Format Prefix)

· IPv4: menggunakan . (dot) sebagai pemisah alamat

· IPv6: menggunakan : (colon) sebagai pemisah alamat

Jenis - Jenis IPv6

* Alamat Unicast, yang menyediakan komunikasi secara point-to-point, secara langsung antara dua host dalam sebuah jaringan.

* Alamat Multicast, yang menyediakan metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada dalam group yang sama. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-many.

* Alamat Anycast, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat ini juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan diberikan hanya kepada router, bukan kepada host-host biasa.


Alamat unicast & anycast dibagi menjadi:

* Link-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam satu subnet.

* Site-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam sebuah intranet.

* Global Address, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam Internet IPv6.

Unicast Global Address


Alamat unicast global IPv6 mirip dengan alamat publik dalam alamat IPv4. Dikenal juga sebagai Aggregatable Global Unicast Address. Seperti halnya alamat publik IPv4 yang dapat secara global dirujuk oleh host-host di Internet dengan menggunakan proses routing, alamat ini juga mengimplementasikan hal serupa. Struktur alamat IPv6 unicast global terbagi menjadi topologi tiga level (Public, Site, dan Node).

Sumber :

http://forum.indowli.or.id/viewtopic.php?t=45

http://id.wikipedia.org/wiki/IPv6

IP Address

Konsep Dasar IP Address

Walaupun bagi para pengguna Internet umumnya kita hanya perlu mengenal hostname dari mesin yang dituju, seperti: server.indo.net.id, rad.net.id, ui.ac.id, itb.ac.id. Bagi komputer untuk bekerja langsung menggunakan informasi tersebut akan relatif lebih sulit karena tidak ada keteraturan yang dapat di programkan dengan mudah. Untuk mengatasi hal tersebut, komputer mengidentifikasi alamat setiap komputer menggunakan sekumpulan angka sebanyak 32 bit yang dikenal sebagai IP address.
Adanya IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia. Seluruh host (komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network. Secara logika, Internet merupakan suatu network besar yang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi. Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik untuk seluruh dunia. Tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda

Struktur IP Address


IP Address terdiri dari bilangan biner sepanjang 32 bit yang dibagi atas 4 segmen. Tiap segmen terdiri atas 8 bit yang berarti memiliki nilai desimal dari 0 - 255. Range address yang bisa digunakan adalah dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai dengan 11111111.11111111.11111111.11111111. Jadi, ada sebanyak 232 kombinasi address yang bisa dipakai diseluruh dunia (walaupun pada kenyataannya ada sejumlah IP Address yang digunakan untuk keperluan khusus). Jadi, jaringan TCP/IP dengan 32 bit address ini mampu menampung sebanyak 232 atau lebih dari 4 milyar host. Untuk memudahkan pembacaan dan penulisan, IP Address biasanya direpresentasikan dalam bilangan desimal. Jadi, range address di atas dapat diubah menjadi address 0.0.0.0 sampai address 255.255.255.255. Nilai desimal dari IP Address inilah yang dikenal dalam pemakaian sehari-hari. Beberapa contoh IP Address adalah :

44.132.1.20
167.205.9.35
202.152.1.250

IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (bit-bit network/network bit) dan bagian host (bit-bit host/host bit). Bit network berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan bit host berperan dalam identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki bit network yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network.

Ada 3 kelas address yang utama dalam TCP/IP, yakni kelas A, klelas B dan kelas C. perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini akan dilakukan / dikerjakan dengan beberapa cara yang ada berikut ini :
* Jika bit pertama dari IP Address adalah 0, address merupakan network kelas A. Bit ini dan 7 bit berikutnya (8 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 24 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian hanya ada 128 network kelas A, yakni dari nomor 0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx, tetapi setiap network dapat menampung lebih dari 16 juta (2563) host (xxx adalah variabel, nilainya dari 0 s/d 255).

* Jika 2 bit pertama dari IP Address adalah 10, address merupakan network kelas B. Dua bit ini dan 14 bit berikutnya (16 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 16 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 16 ribu network kelas B (64 x 256), yakni dari network 128.0.xxx.xxx - 191.255.xxx.xxx. Setiap network kelas B mampu menampung lebih dari 65 ribu host (2562).

* Jika 3 bit pertama dari IP Address adalah 110, address merupakan network kelas C. Tiga bit ini dan 21 bit berikutnya (24 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 8 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 2 juta network kelas C (32 x 256 x 256), yakni dari nomor 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. Setiap network kelas C hanya mampu menampung sekitar 256 host.

Selain ke tiga kelas di atas, ada 2 kelas lagi yang ditujukan untuk pemakaian khusus, yakni kelas D dan kelas E. Jika 4 bit pertama adalah 1110, IP Address merupakan kelas D yang digunakan untuk multicast address, yakni sejumlah komputer yang memakai bersama suatu aplikasi (bedakan dengan pengertian network address yang mengacu kepada sejumlah komputer yang memakai bersama suatu network). Salah satu penggunaan multicast address yang sedang berkembang saat ini di Internet adalah untuk aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint), menggunakan Multicast Backbone (MBone). Kelas terakhir adalah kelas E (4 bit pertama adalah 1111 atau sisa dari seluruh kelas). Pemakaiannya dicadangkan untuk kegiatan eksperimental.

Jenis kelas address yang diberikan oleh kooordinator IP Address bergantung kepada kebutuhan instansi yang meminta, yakni jumlah host yang akan diintegrasikan dalam network dan rencana pengembangan untuk beberapa tahun mendatang. Untuk perusahaan, kantor pemerintah atau universitas besar yang memiliki puluhan ribu komputer dan sangat berpotensi untuk tumbuh menjadi jutaan komputer, koordinator IP Address akan mempertimbangkan untuk memberikan kelas A. Contoh IP Address kelas A yang dipakai di Internet adalah untuk amatir paket radio seluruh dunia, mendapat IP nomor 44.xxx.xxx.xxx. Untuk kelas B, contohnya adalah nomor 167.205.xxx.xxx yang dialokasikan untuk ITB dan jaringan yang terkait ke ITB dibawah koordinator Onno W. Purbo.

Address Khusus

Selain address yang dipergunakan untuk pengenal host, ada beberapa jenis address yang digunakan untuk keperluan khusus dan tidak boleh digunakan untuk pengenal host. Address tersebut adalah :

* Network Address
Address ini digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan Internet. Misalkan untuk host dengan IP Address kelas B 167.205.9.35. Tanpa memakai subnet, network address dari host ini adalah 167.205.0.0. Address ini didapat dengan membuat seluruh bit host pada 2 segmen terakhir menjadi 0. Tujuannya adalah untuk menyederhanakan informasi routing pada Internet. Router cukup melihat network address (167.205) untuk menentukan kemana paket tersebut harus dikirimkan. Contoh untuk kelas C, network address untuk IP address 202.152.1.250 adalah 202.152.1.0. Analogi yang baik untuk menjelaskan fungsi network address ini adalah dalam pengolahan surat pada kantor pos. Petugas penyortir surat pada kantor pos cukup melihat kota tujuan pada alamat surat (tidak perlu membaca seluruh alamat) untuk menentukan jalur mana yang harus ditempuh surat tersebut. Pekerjaan “routingâ€
 surat-surat menjadi lebih cepat. Demikian juga halnya dengan router di Internet pada saat melakukan routing atas paket-paket data.

* Broadcast Address

Address ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu network. Seperti diketahui, setiap paket IP memiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh paket tersebut. Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses paket tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya. Bagaimana jika suatu host ingin mengirim paket kepada seluruh host yang ada pada networknya ? Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi paket sebanyak jumlah host tujuan. Pemakaian bandwidth akan meningkat dan beban kerja host pengirim bertambah, padahal isi paket-paket tersebut sama. Oleh karena itu, dibuat konsep broadcast address. Host cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh host yang ada pada network akan menerima paket tersebut. Konsekuensinya, seluruh host pada network yang sama harus memiliki address broadcast yang sama dan address tersebut tidak boleh digunakan sebagai IP Address untuk host tertentu. Jadi, sebenarnya setiap host memiliki 2 address untuk menerima paket : pertama adalah IP Addressnya yang bersifat unik dan kedua adalah broadcast address pada network tempat host tersebut berada. Address broadcast diperoleh dengan membuat seluruh bit host pada IP Address menjadi 1. Jadi, untuk host dengan IP address 167.205.9.35 atau 167.205.240.2, broadcast addressnya adalah 167.205.255.255 (2 segmen terakhir dari IP Address tersebut dibuat berharga 11111111.11111111, sehingga secara desimal terbaca 255.255). Jenis informasi yang dibroadcast biasanya adalah informasi routing.

* Netmask

Adalah address yang digunakan untuk melakukan masking / filter pada proses pembentukan routing supaya kita cukup memperhatikan beberapa bit saja dari total 32 bit IP Address. Artinya dengan menggunakan netmask tidak perlu kita memperhatikan seluruh (32 bit) IP address untuk menentukan routing, akan tetapi cukup beberapa buah saja dari IP address yg kita perlu perhatikan untuk menentukan kemana packet tersebut dikirim.

Kaitan antara host address, network address, broadcast address & network mask sangat erat sekali - semua dapat dihitung dengan mudah jika kita cukup paham mengenai bilangan Biner. Jika kita ingin secara serius mengoperasikan sebuah jaringan komputer menggunakan teknologi TCP/IP & Internet, adalah mutlak bagi kita untuk menguasai konsep IP address tersebut. Konsep IP address sangat penting artinya bagi routing jaringan Internet. Kemampuan untuk membagi jaringan dalam subnet IP address penting artinya untuk memperoleh routing yang sangat effisien & tidak membebani router-router yang ada di Internet. Mudah-mudahan tulisan awal ini dapat membuka sedikit tentang teknologi / konsep yang ada di dalam Internet.


Sumber : Aulia K. Arif & Onno W. Purbo

Rabu, 05 Mei 2010

Implementasi sistem informasi softskill(4)

Implementasi sistem informasi softskill(4)

1. Fase Awal Pengembangan Sistem

Fase awal pengembangan sistem menggunakan kemampuan pemakai dalam mengoperasikannya. Fase awal terdiri dari :

· Perancanaan system

· Analisis sistem

· Perancangan sistem secara umum/konseptual

· Evaluasi dan seleksi system

1.1 Fase Perencanaan Sistem

1.1.1 Latar Belakang Pengembangan Sistem

Sistem penjualan konvensional yang masih berjalan pada masyarakat mengakibatkan timbul banyaknya permasalahan dimulai dari proses pembelian barang dari pemasok, pelayanan pembelian, pencatatan barang yang dibeli.

Permasalahan pertama yaitu penjualan saat ini masih menggunakan sistem konvesional. contohnya sebuah toko masih melakukanpenjualan secara abstrak, maksud abstrak di sini adalah sistem penjualan tidak dilakukan dengan cara pembukuan jadi hanya sekedar beli barang dari distributor dan dijual kepada konsumen. perhitungan keuntungan yang dihitung pun hanya berupa pembelian - penjualan. tentu saja hal ini sangat tidak efisien dikarenakan pembelian yang terjadi tentulah harus menunggu barang habis terjual karna bagaimana menghitung keuntungan sebenarnya jikalau pemilik melakukan pembelian sebelum seluruh barang nya habis? tentunya hal ini akan mengurangi jumlah maksimal keuntungan karna akan ada barang yang mubazir.

Permasalahan kedua Sistem konvensional yang kedua sudah mulai memasuki masa modern dimana pemilik melakukan pencatatan kepada barang yang datang dan keluar beserta harganya. dan pemilik melakukan kalkulasi secara akuntansi untuk mengetahui jumlah untung / rugi nya serta jumlah kapasitas barang yang masih tersedia. kerugian menggunakan sistem konvensional model ini adalah bahwa data yang ditulis mempunyai kemungkinan akan terjadi kerangkapan bahkan akan dimungkinkan terjadinya kehilangan data

Dikarenakan masalah masalah yang timbul oleh sistem konvensional maka dibutuhkan sebuah aplikasi / sistem baru yang dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut. Maka digagaslah sebuah sistem yang dapat mempercepat proses pada Toko ayu. Mulai dari proses awal sampai proses pencatatan barng pembelian dan penjualan.

Pada sistem baru ini dibutuhkan sebuah aplikasi mini market pad Toko ayu.. Pada aplikasi ini semua proses yang terjadi dalam penjualan mini market hanya tinggal memasukan input yang selanjutnya akan di proses secara otomatis oleh aplikasi program tersebut dan akan dicetak dalam laporan setip bulan atau per tahun.

1.1.2 Tujuan Dari Pengembangan Sistem

Dengan digantikannya sistem konvensional dengan sistem yang baru maka akan membuat pekerjaan-pekerjaan yang terjadi pada sistem konvensional diharapkan menjadi lebih mudah. Misalnya, dengan adanya metode komputerisasi, proses pengolahan data dan transaksi barang juga dapat dilakukan dengan akurat, efektif, dan efisien.

1.1.3 Batasan Masalah

karena terlalu kompleknya permasalahan yang ada, maka dalam sistem komputerisasi ini dibatasi pada masalah pengolahan data pengguna, pengolahan data pelanggan, pengolahan data pemasok, pengolahan data golongan, pengolahan data jenis produk, pengolahan data produk, pengolahan data barang, proses transaksi pembelian barang, dan proses transaksi penjualan retail.

1.1.4 Studi Faktor Kelayakan

a. Kelayakan Teknis

Perancangan system penjualan ini membutuhkan spesiikasi standard seperti :

· OS Windows XP

· 128MB RAM

· 500MB HDD

· Processor Intel Pantium Core 2 Duo

b. Kelayakan Ekonomis

Sistem ini mempunyai nilai lebih karena system ini dapat membantu pemilik toko mempermudah catatan barang yang ada tanpa adanya kerangkapan data. dan juga bisa menyimpan data para pemasok dan pelanggan

c. Kelayakan Operasional

Pada sistem ini, sangat mudah untuk digunakan karena pemilik hanya perlu memasukan no barcode barang pada komputer lalu aplikasi ini akan menampilkan harga barang tersebut. Kemungkinan errornya pun kecil hanya diperlukan maintenance setiap 6 bulan sekali.

d. Kelayakan Rencana

Pada sistem ini hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan untuk membuat sepenuhnya sisttem ini dapat dioperasikan.

1.1.5 Studi Faktor Strategis

Ø Produktivitas

Setelah dibuatnya sistem ini memberikan beberapa kemudahan kepada pemakainya, karena mereka tidak harus mengecek barang apa saja yang masih di gudangj. Karena sistem ini memberikan peringatan sebelum ada barang yang habis.

Ø Difirensiasi

Dengan adanya system ini penjualan yang ada semuanya bersifat komputerisasi, diharapkan semua proses yang terjadi dalam penjualan akan lebih efektif dan efisien.

Implementasi sistem informasi softskill(3)

Implementasi sistem informasi softskill(3)

Sistem pada penjualan sudah saya jelaskan pada artikel sebelumnya. Pada artikel ini saya akan mencoba menjelaskan keterkaitan sistem pada penjualan dengan implementasi sistem informasi.

sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, dan kegiatan strategi dari suatu perusahaan penjualan dan menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan laporan yang diperlukan seperti laporan penjualan harian, laporan neraca, laporan rugi laba dan sebagainya.

seperti pada sistem penjualan yang sudah dibuat sebelumnya dimana sistem penjualan ini ingin meningkatkan efisienitas dan efektifitas dari penjualan yang terjadi. fungsi fungsi yang ada akan di satukan menjadi satu aplikasi yang akan mendukung penjualan secara keseluruhan mulai dari input, manajemen persediaan barang, pendataan penjualan sampai menjadi output berupa laporan keuangan yang langsung diberikan kepada para pemilik usaha penjualan tersebut

Implementasi sistem informasi softskill(2)

Implementasi sistem informasi softskill(2)

Sistem Penjualan

Proses penjualan dalam banyak situasi terkadang bisa sederhana namun tidak jarang juga yang kompleks. Hal ini karena anda mungkin akan menjual sistem, bukan manusia. Dalam mengubah diri kita menjad lebih cepat dan lebih kompetitif dalam era informasi ekonomi ini, setiap organisasi yang ingin berkembang cepat atau lambat harus mengembangkan sistem penjualan yang lebih efektif.

Sebuah sistem penjualan adalah seperangkat prinsip, proses, strategi dan alat yang dimasukkan ke dalam perusahaan untuk mengatur proses input dan output perusahaan tersebut. Ini merupakan pendekatan yang jauh lebih efektif daripada pendekatan konvensional yang dipakai sebelumnya. Sistem penjualan, membantu perusahaan untuk menciptakan dan menyempurnakan sistem penjualan lama yang konvensional. Kita bisa fokus pada segala aspek dari sistem penjualan perusahaan dan membantu perusahaan untuk mengasah dan memperbaikinya. From designing sales territories, to developing tools and processes, to helping you recruit and train new sales people, we've been there and done that. Mulai dari wilayah perancangan, implementasi, sampai mengembangkan sistem penjualan itu sendiri.

Kelebihan dan fungsi sistem penjualan :

· Sales Order, Delivery, Invoice. Mengintegrasikan seluruh siklus penjualan dan persediaan barang (inventory). Mulai dari proses order pesanan, pengiriman barang, pembuatan surat jalan, penagihan dan retur. Dengan optional pembuatan journal pada sistem general ledger secara otomatis.

· Large Volume Transaction. Sistem di design secara khusus untuk mampu menangani jumlah volume transaksi penjualan yang sangat banyak dengan kecepatan tinggi. Dengan beragam fungsi control dan otomasi yang ada dapat membantu usaha anda meningkatkan penjualan dengan mudah. Dan menghindari kesalahan human error yang mungkin terjadi.

Fungsi sistem penjualan :

· Meningkatkan efisienitas penjualan seperti mengurangi pembiayaan karyawan karena dengan adanya sistem pekerjaan karyawan akan berkurang sehingga kebutuhan akan tenaga tambahan akan berkurang

· Meningkatkan efektiftas penjualan seperti menambah volume transaksi. Dengan adanya sistem penjualan yang baik menggunakan komputerisasi maka pemilik usaha tentunya juga akan dapat menampung lebih banyak transaksi penjualan karena proses penjualan dilakukan oleh sistem itu sendiri

Implementsi sistem informasi softskill(1)

Implementsi sistem informasi softskill(1)

Definisi Sistem

Menurut :

a. Ludwig Von Bartalanfy.

Sistem merupakan seperangkat unsure yang saling terikat dalam ssuatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.

b. Anatol Raporot

Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.

c. L. Ackof

Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.

d. West Churchman

Sistem adalah serangkaian komponen yang dikoordinasikan untuk mencapai serangkaian tujuan.

e. Jogiyanto H.M

Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul, bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

f. J.C. Hinggins

sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan.

g. Edgar F Huse dan James L. Bowdict

sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.

h. L. James Havery

sistem adalah suatu seri atau rangkaian bagian-bagian yang saling berhubungan dan bergantung sedemikian rupa sehingga interaksi dan saling pengaruh dari satu bagian akan mempengaruhi keseluruhan.

i. John Mc Manama

sistem adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif dan efesien.

Contoh :

Sistem Komputer terdiri dari :

- Software- Hardware

- Brainware

Syarat – syarat system :

1. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan tujuam.

2. Elemen system harus mempunyai rencana yang ditetapkan.

3. Adanya hubungan diantara elemen sistem.

4. Unsur dasar dari proses (arus informasim energi dan material) lebih penting dari pada elemen sistem.

5. Tujua organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen.

Karakteristik Sistem yaitu :

  1. Komponen / elemen (component)
  2. Batas sistem (boundary)
  3. Lingkungan luar sistem (environment)
  4. Penghubung (interface)
  5. Masukan (input)
  6. Pengolah (process)
  7. Keluaran (output)
  8. Sasaran (objective) atau tujuan (goal)

Klasifikasi sistem yaitu :

  1. Deterministik sistem
  2. Probabilistik sistem
  3. Open sistem
  4. Closed sistem
  5. Relatively closed system
  6. Artifical sistem
  7. Natural sistem
  8. Manned sistem